Pengawet Makanan Kimia Jelas Berbahaya, Kenapa Masih Diteruskan? Gunakan Produk yang Alami Dong

Pengawet makanan ditambahkan ke suatu produk makanan agar tidak ditinggali bakteri dan kuman. Para pebisnis memanfaatkan pengawet untuk membuat makanannya lebih tahan lama, tujuannya agar tidak mudah busuk dan dapat keuntungan besar. Sayangnya bahan pengawet menyimpak efek bahaya bagi tubuh manusia. Dan jarang sekali pebisnis yang mau memikirkan kesehatan konsumen.

Dampak atau bahaya pengawet makanan tidak sedikit. Kami menuliskan ini sebagai pengingat bagi Anda yang doyan mengonsumsi makanan dengan kandungan pengawet makanan buatan.

Pengawet makanan berbahaya bisa memicu dampak-dampak ini, semoga dapat dimengerti dan menjadi pelajaran demi kesehatan keluarga Anda semua:

Dampak Jangka Pendek Pengawet Makanan Pada Kesehatan

  • Sulit Bernafas

Tanpa disadari, bahan pengawet dapat mengganggu sistem pernafasan tubuh kita. Jika Anda merasa nafas sering sesak akhir-akhir ini, perhatikan pola makan barangkali ada makanan berpengawet yang selalu Anda konsumsi.

Contoh paling sering terjadi adalah konsumen mi instan yang makan setiap hari. Kadang mereka merasakan sesak nafas tanpa mengetahui penyebab sebenarnya. Atau konsumen susu formula yang memiliki banyak bahan pengawet.

Nama pengawet makanan yang banyak adalah aspartame, benzoate, dan sulfit. Ketiganya pengawet yang bisa menyulitkan seseorang bernafas, bahkan bisa jadi asma.

  • Infeksi Saluran Pernafasan

Pengawet makanan sering kita temui di produk makanan anak yang sekilas rasanya lezat. Pengawet dengan nama nitrate terdapat dalam produk-produk daging seperti sosis, hot dog, hamburger dan olahan daging sapi lainyya.

Bahaya pengawet buatan dalam makanan anak jelas berbahaya dalam waktu jangan panjang. Apabila bahan ini menumpuk terus menerus dalam tubuh anak, dia dapat kena infeksi saluran pernafasan.

  • Diare

Bahan pengawet buatan juga dapat membuat kena diare.Zat ini biasanya disebut tratus yang terdapat dalam produk makanan. Diare ditimbulkan zat yang mengganggu sistem pencernaan tubuh sehingga sistem pencernaan jadi tidak seimbang.

  • Mual dan Muntah

Seseorang bisa muntah dan muntah karena keracunan makanan yang mengandung pengawet makanan. Ini mungkin saja terjadi sebab tubuh menolak makanan dengan pengawet berbahaya ini. Kasus mual dan muntah kerap terjadi apabila makanan tersebut menggunakan borak atau formalin.

  • Perasaaan Terbakar di Tenggorokan

Banyaknya makanan yang dijual di pasar membuat orang menjual sembarang makanan tanpa memikirkan dapak kesehatan bagi konsumen yang membelinya. Bahan pengawet berbahaya bahkan ditambahkan ke makanan tersebut.


Tenti saja ini sangat berbahaya dan membuat Anda merasa kehausan, selalu haus, seperti tenggorokan kita terbakar saja.

  • Iritasi Kulit

Bahan pengawet makanana bernama sulfit bisa membuat orang merasakan iritasi kulit. Pengawet makanan ini memang berefek pada sistem kulit, apalagi jika dikonsumsi orang yang memliki kulit sensitif.

Efek Pengawet Makanan dalam Jangka Panjang

Konsumsi pengawet makanan dalam jangka panjang lebih serius. Tak sekadar diare, pengawet akan merusak organ dalam tubuh manusia hingga berakibat pada penyakit serius.

Jika organ tubuh sudah terganggu, penyembuhan akan semakin sult dan butuh banyak biaya.Makanya jaga kesehatan tubuh sejak saat ini, hindari makanan berbahaya yang mengandung bahan pengawet makanan.

  • Kerusakan jantung

Penelitian di luar negeri menemukan fakta mencengangkan bahwa pengawet makanan menyebabkan kerusakan di bagian jantung. Para penelti melakukan percobaan pada seekor tikus dengan memberikannya makanan berpengawet setiap hari.

Haisilnya mengejutkan, jantung tikus itu rusak setelah diberi makanan berpengawet selama beberapa minggu. Tikus itu pun semakin melemah.

  • Ginjal yang rusak

Pengawet makanan dari jenis sodium bernzoate digunakan produsen untuk mengawetkan makanan dengan mencegah tumbuhnya bakteri sehingga bisa awet hingga berbulan-bulan lamanya. Pemerintah menginjinkan penggunaan pengawet ini.

Meski diizinkan, penggunaan pengawet ini secara terus menerus dapat merusak ginjal.

Bagaimana Menyikapi Penggunaan Pengawet Makanan

Pemerintah dan dinas kesehatan memang mengijinkan penggunaan pengawet makanan buatan atau bahan pengawet kimia. Api bagaimanapun, pengawet kimia tetap tak sehat untuk tubuh. Mungkin cukup sulit menghindarinya, tetapi kalau dipikir lagi, dampak yang ditimbulkannya sangat besar bagi kesehatan tubuh.

Efeknya jelas, zaman sekarang banyak penyakit aneh yang ditimbulkan dari pola konsusi tidak sehat setiap hari. Pelan-pelan bahan kimia mengendap dan merusak sistem sel tubuh.

Sebenarnya, masih ada pengawet makanan alami, yaitu minyak kelapa, garam, gula tebu, dan jeruk lemon. Tapi haus diakui, jarang sekaliindustri yang mau berkomitmen menggunakan pengawet alami ini. Kebanyakan memilih menggunakan pengawet kimia demi keuntungan yang berlimpah.

Di tengah suramnya produk makanan sehat dengan pengawet alami, kini ada susu alami seperti Etawaku.

Etawaku adalah satu dari sedikitnya produk yang berkomitmen mempertahakankan kemurnian. 100% tanpa pengawet kimia, penyedap, dan perisa. Meski Etawaku tidak bisa awet dalam jangka waktu tahunan seperti susu formula lain, tetapi itu lebih baik.

Kemurnian dan alami menjadi komitmen kami untuk membuat produk unggul, berkualitas, dan bebas ancaman bahan kimia.

Jangan konsumsi makanan yang pake pengawet kimia, berat. Kamu enggak bakal sanggup. Minum Etawaku aja.

Komentar Pembaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *